Welcome to :

Gadis Berjilbab suka mesum 

[ Tentang kami ] [ members ]


 [ Home ] [ terbaru ] [ forum ]

~ kirimkan karya anda ke e-mail resmi kami

ke: fotoakhwat@yahoo.com ~

Cerita Dewasa

~ Lihat Arsip Cerita Dewasa ~

Ustadzah Yuni yang juga seorang dokter umum itu keluar dari kelas 
tempatnya mengajar. Ia seorang wanita alim dan shalihah, berjilbab 
rapat, berjubah amat besar dan lebar serta bercadar. Ia melangkah ke 
luar pintu pesantren tempat ia membantu mengajar pelajaran umum. Tiba-
tiba dilihat seorang lelaki bertubuh kekar memegang tangan anaknya 
yang bernama Khalid. Wajah lelaki itu sangar. Ia memang seorang 
lelaki bekas napi yang masuk penjara karena memperkosa banyak gadis 
dan wanita cantik. Saat itu suasana amat sepi sekali. Padahal sudah 
jam sepuluh pagi. Lelaki itu ternyata melingkarkan clurit di leher 
anak kecil ini. "Ustadzah Yuni ya?" Tanyanya. "Ya, ada apa ya?" 
Wanita bercadar yang bersuara lembut itu balik bertanya. "Kalau mau 
anakmu ini selamat, turuti kemauan saya." "Kamu mau apa?" Kembali 
Ustadzah Yuni bertanya. "Saya Cuma mau ngentot sama perempuan 
bercadar. Sama kamu." Bentaknya keras. Muka ustadzah itu memanas. Ia 
berkata ketus: "Tidak mungkin. Saya wanita baik-baik, saya juga sudah 
bersuami dan punya anak. Lagipula ini di luar rumah. Jangan bicara 
ngawur. Lepasin anak saya, saya akan bayar berapa aja kamu minta." 
Ujar ustadzah itu dengan tegas berapi-api, meski suaranya tetap 
lembut. "Saya Cuma mau memek kamu, memek perempuan bercadar. Karena 
Cuma perempuan bercadar yang belum pernah saya perkosa. Perawat, 
polwan, mahasiswi, sampai perempuan berjilbab lebar sudah pernah saya 
tusuk nonoknya." Ujar lelaki itu. "Soal di luar rumah, jangan 
khawatir. Saya enggak minta kamu telanjang atau buka jilbab, cadar 
atau jubah sekalipun. Buka saja kancing jubah di bawah perut, 
turunkan celana dalam kamu, saya entot kamu sambil berdiri. Gimana?" 
Ustadzah Yuni betul-betul terkejut mendengar itu. Tak lama kemudian 
keduanya terlibat pertengkaran mulut. Tapi akhirnya Ustadzah bercadar 
itu mengalah. Dengan tangan kiri memegang clurit yang dikalungkan di 
leher anaknya Khalid, lelaki kekar setengah tua itu mendekati 
Ustadzah Yuni. Wanita bercadar itu mulai membuka tiga buah kancing di 
perutnya. Tangannya di masukkan ke balik jubah untuk menarik turun 
celana panjang berikut celana dalamnya putihnya. Mata lelaki it 
uterus melotot melihat turunnya celana dalam wanita bercadar itu. 
Pemandangan yang tidak akan dilupakannya seumur hidup. Selanjutnya ia 
memepetkan tubuhnya ke wanita bercadar itu ke dekat dinding, lalu 
memeluknya dengan erat dengan tangan kanannya, ia mendekap wanita 
bercadar itu dengan erat sekali, sehingga terasa kehangatan tubuh 
Ustadzah Yuni meski terbalut jubah tebal dan jilbabnya. Resleting 
celananya di buka, penis super besarnya (24 cm dengan diameter 3 CM) 
dikeluarkan dari celananya, langsung di arahkan ke bagian jubah 
Ustadzah bercadar itu yang terbuka. Mata ustadzah Yuni melotot. Ia 
terkejut sekali melihat 'barang lelaki' sebesar itu. Selanjutnya, 
bagaikan ular mencari lubang, penisnya berusaha mencari lubang 
kemaluan ustadzah itu. Meski agak sulit, akhirnya berhasil. Setelah 
meletakkan kepala penisnya di lubang kenikmatan gadis bercadar yang 
masih dipeluknya sambil berdiri itu, ia langsung menekan dengan keras 
sehingga seluruh penisnya amblas ke dalam memek dokter Yuni, ustadzah 
bercadar yang malang itu. Ia mendekap erat tubuh wanita bercadar yang 
tetap rapat dengan jilbab cadar dan seluruh pakaiannya, kecuali 
celdam dan beberapa kancing jubah saja, sekedar muat untuk masuk 
kontol lelaki kesetanan itu. Sambil berdiri dan memeluk wanita 
bercadar itu, penisnya terus menusuk, menekan, mengobrak-abrik dan 
membongkar kemaluan gadis alim itu. Sementara ustadzah bercadar itu 
sendiri bergetar badannya. Ia merintih dan menjerit pelan tetapi 
dengan suara berubah agak besar, menahan tangis sekaligus kenikmatan 
tak terhingga. Kalau dilihat terlihat lucu, seorang wanita bercadar 
dipeluk di luar rumah, di tempat terbuka oleh seorang lelaki dengan 
pakaian lengkap, padahal kemaluan mereka sedang saling bertempur!!! 
Hampir 1 jam lelaki bernama Parto itu menggarap wanita bercadar yang 
menggemaskan itu, sampai akhirnya spermanya muncrat di rahim wanita 
bercadar yang tubuhnya bergetar hebat sambil tetap berdiri itu. Mata 
wanita bercadar itu melotot lebar sekali, menandakan iapun keenakan. 
Tanpa sengaja ia membalas pelukan Parto. "Gimana, enak bu? Akhirnya 
berhasil juga saya ngentot wanita bercadar. Terima kasih, memek ibu 
enak sekali." Lalu tubuh lunglai wanita bercadar itu dilepas hingga 
terjatuh ke belakang dalam keadaan pingsan!!